Kamis, 30 Agustus 2012

RITUAL UNIK PEMAIN SEPAK BOLA DUNIA


Apa rahasia John Terry, bek tengah Chelsea hingga selalu tampil tangguh di lapangan? Selalu memilih toilet yang sama sebelum bertanding.
Rupanya, ritual unik ini juga dimiliki beberapa bintang sepak bola lainnya, termasuk sang legenda, Pele. Nah, ayo kita lihat siapa saja dan apa saja kebiasaan aneh tersebut.

John Terry



Selain kebiasaannya seperti yang sudah disebutkan: selalu buang air di toilet yang sama sebelum bertanding, dia juga selalu duduk di tempat yang sama di bus tim, mendengarkan CD Usher yang sama saat menuju tempat latihan (wow, Terry penggemar Usher), dan selalu memarkir mobil di tempat yang sama.
"Bahkan dia rela menunggu jika urinal itu sedang dipakai orang, padahal yang lain kosong," kata Lampard.

Mario Gomez

Hampir serupa dengan Terry, demikian juga Mario Gomez Garcia - ujung tombak klub Bayern Muenchen sekaligus pemain timnas Jerman keturunan Spanyol - selalu memilih toilet yang posisinya paling kiri.
Hmmm, apa jadinya bila hanya ada 1 toilet di stadion tersebut?

David James

Jangan coba-coba ajak ngobrol atau wawancara David James sebelum pertandingan. Kiper Bristol City yang juga sudah melalang-buana ke berbagai tim (juga mantan kiper timnas Inggris) ini bakal diam seribu bahasa.
Memang begitu ritual uniknya, James  selalu 'puasa' bicara mulai dari H-1 pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.
Tambahan, ames juga hanya akan kencing di saat toilet tidak ada satu orang pun. Ritual dilanjutkan dengan meludah di dinding.
Hey, para pesepak bola... ada apa dengan toilet sehingga begitu penting?

Frank Lampard

Gelandang timnas Inggris dan Chelsea ini punya kebiasaa berbeda. Dia selalu memakai sepatu dan pelindung lutut sebelah kanan terlebih dulu dan memakai rute yang sama kala menuju ruang makan sebelum pertandingan. Ketika timnya kalah, Lampard akan membuang sepatu yang tadi dipakainya.
Duh, kalau mau sepatu bola gratis harus mengekor Lampard setiap bertanding dan berdoa semoga timnnya kalah :P

Gary Neville

Pemain ini punya banyak ritual. Mulai dari menggunakan ikat pingang yang sama, sepatu yang sama, arftershave juga selama satu musim penuh. Kabarnya, Gary neville berusaha mengurangi ritualnya itu sekarang ini. 

Pele

Pele (nama lengkap: Edison Arantes do Nasciment), sang legenda dari Brazil yang ternyata juga punya kepercayaan unik.
Dia punya keyakinan, jika ingin terus menunjukkan penampilan terbaik maka harus bermain dengan jersey tim yang sama.Pernah pada suatu ketika dia secara tidak sadar memberikan kaosnya itu ke seorang fans.
Sadar telah membuat kesalahan, Pele meminta seseorang untuk mancari kaos tersebut. Penampilan Pele sendiri saat itu tidak karuan. Seminggu kemudian kaos Pele ditemukan dan dia bisa tampil baik lagi.
Rupanya, teman Pele yang memberi kaos tersebut tidak mengatakan jika kaos yang diberikannya itu adalah kaos lain. Ada-ada saja.
Selain kebiasaan unik, dua pemain di bawah ini bisa dibilang punya sisi religiositas yang teramat tinggi. Pastinya, banyak pesepak bola juga punya iman nan kuat. Setidaknya, sementara diwakili oleh:

Kaka

Kabarnya, Kaka pemain bola yang selalu memperlihatkan simbol- simbol keyakinannya ke tengah lapangan.

Kaka pernah menjahitkan kalimat "God is Faithful" di lidah sepatunya. Lalu, dalam selebrasi kemenangan 4-1 Brasil atas Argentina di final Piala Konfederasi 2005, ia dan beberapa rekannya memakai baju bertuliskan “Jesus Loves You“ dalam berbagai bahasa.

Franck Ribery

Frank Ribery adalah simbol paling terkenal saat ini sebagai salah satu legion muslim di lapangan hijau. 
Pria Prancis yang menjadi muslim sejak menikah dengan wanita keturunan Maroko itu selalu mengangkat kedua tangannya dan berdoa di tengah lapangan, lalu mengusapkannya ke wajah, sebelum kickoff.

10 PEMAIN BOLA DUNIA YANG GENDUT


Pemain Bola Gendut ? mana mungkin ada pemain bola kelas dunia gendut. kalaupun ada bagaimana dia bisa lincah berlari mengejar bola kalau berat badannya tambun. Mungkin kita tidak begitu memperhatikan berat badan para pemain bola dunia yang sering kita saksikan dilayar televisi.

Tapi 10 pemain bola kelas dunia ini masuk kedalam kategori tergendut versi The Sun. penasaran. siapa saja mereka.
Berikut 10 pesepakbola gendut yang mampu merasakan klub-klub elit dunia:

1. John Hartson

Berat badan Hartson membuat karirnya di sepakbola bak yoyo. Menjadi striker yang menakutkan saat membela West Ham United, performa Hartson mulai memudar seiring dengan berat badannya yang bertambah. Striker kelahiran Wales ini juga sempat dikritik pelatih timnas, Bobby Gould, karena berat badannya itu.

2. Tomas Brolin

 

Brolin merupakan pahlawan AC Parma era 1990-1995. Setelah menjadi ikon Parma, Brolin memutuskan hengkang ke Leeds United. Namun, fans Leeds sempat menolak kedatangan pria Swedia ini karena berat badannya. Berat badan itu pula yang membuat Brolin gagal tampil apik di Crystal Palace.

3. Andy Rei

 

Gelandang Sunderland ini dikenal mempunyai tendangan kaki kiri yang mematikan. Gelandang berkebangsaan Irlandia ini masih menjadi andalan bagi Sunderland untuk bangkit di Liga Inggris musim ini. Mantan bintang Tottenham Hotspur ini juga mampu masuk ke timnas Irlandia. Kini tugas berat Reid tidak hanya mengembalikan berat ideal tubuhnya. Tapi, juga mengangkat performa The Mackems.

4. Neil Ruddock

 

Mantan bintang Liverpool ini memang dianggap gagal menjalankan program dietnya. Setelah berjaya dengan The Reds pada 1992-1998, bobot badan membuat performa pria 40 tahun ini melorot prestasinya. Sempat dua musim di West Ham United, Swindon menjadi klub terakhir Ruddock sebelum akhirnya gantung sepatu.

5. Neville Southall

 

Pria Wales ini dikenal sebagai penjaga gawang terbaik yang dimiliki Everton. Membela Everton dalam 578 kali laga menempatkan namanya sebagai legenda hidup Goodison Park. Southall menjadi benteng terakhir Everton selama 17 tahun. Namun karir Southall memudar seiring dengan berat badannya yang membesar.

6. Ferenc Puskas

 

Legenda sepakbola Hungaria ini termasuk salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid. Membela Los Merengues dari 1958-1966, Puskas bermain dalam 182 laga dengan mengoleksi 157 gol. Puskas meninggalkan Madrid setelah mengalami kelebihan berat badan 40 pound.

7. Jan Molby

 

Saat membela Liverpool dari 1984-1996, Molby selalu menjadi pilihan pertama. Bintang timnas Denmark ini telah membela The Reds dalam 218 laga dan mengoleksi 44 gol. Tak heran jika banyak yang menganggapnya sebagai salah satu legenda Liverpool.

8. Micky Quinn

 

Mantan striker Coventry ini dikenal sebagai inspirasi lagu para pendukung Coventry. “Dia gendut, dia bulat, dia seberat jutaan pound…Micky Quinn, Micky Quinn!,” begitu lirik lagunya. Karir terbaik penyerang yang juga biasa dipanggil “Sumo” ini terjadi saat membela Portsmouth dan Newcastle United di awal 1990an.

9. William Foulke

 

Ia memiliki julukan cantik “Fatty”. Kiper kebanggaan Sheffield United dari 1894-1905 ini memang terbilang unik. Selain menjadi bintang Sheffield, Foulke juga menjadi bintang Chelsea di abad 19. Bersama Sheffield, Foulketelah mempersembahkan satu gelar liga dan tampil di tiga final Piala FA.

10. Ronaldo

 

Pemain paling banyak disorot saat ini adalah bintang Brasil, Ronaldo. Tak ada yang meragukan jika Ronaldo menjadi salah satu pesepakbola terhebat yang dilahirkan di planet ini. Pria berambut plontos ini berhak menempati posisi satu mengingat perjalanan karirnya yang fenomenal.
Dua kali mempersembahkan Piala Dunia buat Brasil dan tiga kali menjadi Pemain Terbaik Dunia menjadi bukti kehebatannya. Mantan striker Barcelona, AC Milan dan Real Madrid ini diyakini akan lebih banyak mengoleksi gelar jika tak dihantui cedera kaki.

7 Pemain Bola Hebat Yang Bernomor 7

Sejumlah pemain hebat memilih nomor punggung 7. Inilah mereka.
Pemain hebat bernomor punggung 7 : Raul Gonzalez hengkang dari klub Jerman, Schalke 04. Mantan penyerang Real Madrid bernomor punggung 7 ini pindah ke klub Qatar, Al Saad pada musim depan. Dia mengikuti sejumlah pemain hebat bernomor tujuh yang hengkang ke liga yang lebih 'kecil'. Untuk menghormati Raul, Schalke mengambil sebuah keputusan kontroversial: kostum nomor 7 dipensiunkan.
Raul bukan yang pertama pindah ke liga yang lebih :kecil'. Beckham, misalnya, pemain bernomor punggung di Manchester United itu kini berada di LA Galaxy. Lalu ada Andriy Schevchenko, mantan striker AC Milan yang kini berlaga di Dynamo Kiev.
Dalam sepak bola, nomor 7 memang istimewa. Biasanya dipakai oleh seorang pemain sayap atau penyerang.
Lain orang lain cerita. Cristiano Ronaldo yang memakai nomor 7 di Manchester United, rela menunggu ketika pindah ke Real Madrid. Di sana awalanya dia sempat memakai nomor punggung 9, ketika Raul keluar dia langsung kembali memakai nomor 7 seperti sebutan untuk dirinya: CR7.
Berikut pemain hebat yang bernomor punggung 7 lainnya.



1.Luis Figo

Gelandang serang hebat. Dia pernah bergabung dengan tiga klub raksasa Eropa: Barcelona, Real Madrid dan Inter Milan. Figo pernah meraih pemain terbaik FIFA 2001 dan pemain terbaik Eropa 2000. Namanya masuk kedalam FIFA 100.
Selama kariernya Figo meraih banyak trofi. Di antaranya empat piala La Liga, dua piala Spanyol, Piala Champions dan Piala Serie A. Figo, 39, memulai kariernya di Sporting CP. Dia masuk ke dalam generasi emas Portugal bersama RUi Costa dan Joao Pinto.

2.Raul Gonzales

Legenda Real Madrid. Salah satu striker terhebat Madrid dan pemegang rekor pencetak gol terbanyak. Bersama Madrid dia mempersembahkan banyak trofi termasuk tiga kali juara Liga Champions pada 1998, 200 dan 2005.
Sejak di Madrid, Raul selalu memakai nomor 7, termasuk saat di Schalke. Meski hanya sekitar 2 tahun di Schalke, dia memberikan kesan mendalam hingga Schalke memensiunkan nomor punggung 7.
Sepanjang kariernya, Raul 34, sudah mencetak lebih dari 400 gol. Beberapa hari lalu dia mengumumkan akan bergabung dengan klub Qatar Al Sadd.

3.Franck Ribery  

Cepat, tangguh dan pembawa bola hebat. Itulah Ribery, gelandang Bayern Munich bernomor 7. Pemain asal Prancis 29 tahun ini pernah dinobatkan sebagai pemain Jerman terbaik, pemain Prancis terbaik, pemain muda terbaik Prancis dan masuk ke dalam tim terbaik Eropa. Dia berhasil membawa Munich ke final Liga Champions.

4.David Beckham

David Robert Joseph Beckham bukan hanya pemain bola hebat. Dia selebritis dan ikon fashion. Beckham memulai karier sebagai pemain bola profesional di Manchester United pada usia 17 tahun.
Beckham dikenal dengan umpan yang matang dan jago mengeksekusi bola-bola mati. Setelah sepuluh tahun bergabung di United, Beckham oindah ke Real Madrid, Milan dan Los Angeles Galaxy.
Suami Victoria ini dua kali menjadi runner-up pemain terbaik FIFA. Pada 2004 dia tercatat sebagai pemain bola dengan penghasilan terbesar.

5.Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo dos Santos striker hebat asal Portugal. Selain menjadi striker CR7, begitu dia biasa disebut, juga bisa menjadi pemain sayap. Dia jago mencetak gol lewat kaki maupun kepalanya. Ronaldo juga hebat mengeksekusi tendangan bebas.

Ronaldo memulai kariernya sebagai pemain bola profesional di Sporting CP, Portugal, kemudian dia pindah ke Manchester United dan menjadi andalan Sir Alex Ferguson, manajer United. Sekarang di Madrid, dia andalan Mourinho dan musim ini dia sudah mencetak lebih dari 60 gol.


6. Andriy Schevchenko

Striker hebat yang dimiliki Ukraina. Dia termasuk striker paling subur di Eropa, posisinya di bawah Ruud van Nistelrooy dan Raul. Dia juga pencetak gol terbanyak dalam sejarah Derby della Madonnina (derby AC Milan dan Inter) dengan mencetak 14 gol sedangkan untuk tim nasional Ukraina dia mencetak 46 gol.
Salah satu puncak kariernya Shevchenko meraih Ballon d'Or pada 2004. Dia juga membawa AC Milan menjadi juara Liga Champions pada 2002. Shevchenko sekarang bermain di Dynamo Kyiv, klub yang membesarkannya.

7.Eric Cantona

Dialah raja Old Trafford. Penyerang terhebat yang pernah dimiliki Manchester United. Satu hal yang paling diingat saat dia menendang fans Crystal Palace. Media menyebut tendangan Kung Fu.
Selama di Manchester United dia memakai kostum nomor 7 sama seperti yang dipakai para legenda United, George Best, Bryan Robson, David Beckham dan Cristiano Ronaldo. Setelah tak lagi merumput, Cantona, 45, menjadi pemain film.

Senin, 20 Agustus 2012

10 PEMAIN SPAK BOLA TERHEBAT DI DUNIA


1. Pele (Brasil)

Pele pertama kali muncul di Piala Dunia pada tahun 1958 sebagai pemain muda berumur 17 tahun. Dia mencetak gol pertamanya di Piala Dunia ketika bermain melawan Wales di perempat-final, pertandingan keduanya di Piala Dunia. Saat usianya baru menginjak 17 tahun 239 hari, Pele dinobatkan sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Kehebatan Pele semakin terlihat ketika mencetak hattrick di pertandingan semi final melawan Prancis. Sampai sekarang, Piala Dunia 1958 di Swedia dikenang sebagai awal karier sang legenda. Tak berlebihan rasanya jika FIFA sampai menjulukinya sebagai King of Football.

Pernah mencetak delapan gol dalam satu pertandingan pada tahun 1964, Pele juga mencatatkan diri sebagai pemain yang pernah enam kali mencetak lima gol dalam satu pertandingan, 30 kali quattrick, dan tak kurang dari 92 kali hattrick. Sepanjang kariernya, Pele membukukan 1.281 gol dalam 1.363 pertandingan.

2. Diego Armando Maradona (Argentina)

 Rasanya tak ada satupun pemain sepakbola selain Maradona yang dipuja layaknya Tuhan. Bagi sebagian besar orang, Maradona merupakan pemain terhebat sepanjang masa dan bukannya Pele, yang mendapatkan gelar tersebut secara resmi oleh FIFA.

Walaupun hidupnya dipenuhi kontroversi, mulai dari gol Tangan Tuhan, kecanduan alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang, hingga akhirnya harus diusir dari Piala Dunia 1994, Maradona selalu dipuja oleh penggemarnya.
Piala Dunia Meksiko 1986 merupakan momen terbaiknya dengan beberapa momen yang tak mungkin terlupakan. Momen terbaiknya tentu saja ketika Maradona mendribel bola dari tengah lapangan melewati lima pemain Inggris sebelum akhirnya mencetak sebuah gol yang kelak disebut sebagai gol terbaik sepanjang masa.

Gol yang dicetak ketika melawan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986 tersebut begitu indah, dan momen itu adalah yang terbaik dalam kariernya yang membuatnya dianggap Tuhan oleh sebagian orang Argentina yang mendirikan Gereja Maradona.

Semua orang akan selalu mengingat kata-kata yang diucapkan sambil menangis oleh komentator Victor Hugo Morales ketika terjadi gol terindah sepanjang masa itu, “Gracias, Dios. Por el futbol, por Maradona, por estas lagrimas.. (Terima kasih Tuhan, untuk sepakbola, untuk Maradona, dan untuk airmata ini..)”

3. Franz Beckenbauer (Jerman)

Dalam sejarah, hanya ada dua orang yang berhasil meraih gelar Piala Dunia sebagai pemain maupun pelatih, yaitu Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. Beckenbauer yang dijuluki Der Kaizer atau sang Kaisar lebih melegenda karena dia dianggap sebagai pemain belakang terbaik dalam sejarah ketika menjadi pemain.

Beckenbauer sukses memimpin Jerman Barat menjadi juara Piala Dunia 1974, hanya tiga tahun setelah dipilih sebagai kapten tim. Di Piala Dunia terakhirnya ini pula Beckenbauer tercatat sebagai kapten pertama yang mengangkat Piala Dunia dengan desain yang terbaru, menggantikan piala Jules Rimet yang dimiliki secara permanen oleh Brasil pada 1970.

Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Beckenbauer kembali mengangkat Piala Dunia, kali ini sebagai pelatih timnas Jerman. Sebelumnya di Piala Dunia 1986, Beckenbauer juga sukses membawa Jerman ke final hingga akhirnya dikalahkan oleh Argentina dengan sang ikonnya, Diego Maradona. Rasanya prestasi sang legenda akan sulit diulang oleh orang Jerman manapun, entah sampai kapan.

4. Johan Cruyff (Belanda)

Jika ada pertanyaan siapakah legenda terbesar Belanda di Piala Dunia, jawaban yang paling tepat tentu bukan Marco van Basten atau Ruud Gullit, tetapi Johan Cruyff. Cruyff memang tidak pernah membawa Belanda menjuarai satu turnamen pun sepanjang kariernya. Kesuksesan terbesarnya hanya membawa timnya menjadi runner-up Piala Dunia 1974, satu-satunya Piala Dunia sepanjang kariernya.

Namun, kehadirannya di turnamen itu dan kesuksesannya memimpin Belanda ke tempat tertinggi dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia dengan permainan total football yang sangat dahsyat itu membuat sosok Cruyff rasanya layak disandingkan dengan legenda-legenda seperti Pele, Diego Maradona, dan Franz Beckenbauer.

Visinya yang luar biasa dan kreatifitasnya sebagai playmaker tim Oranje membawa Cruyff menjadi salah satu pemain terbesar Piala Dunia. Total Football, permainan menyerang yang sangat indah yang diusung Belanda di 1974 itu memang yang membantunya melegenda hingga saat ini. Dia adalah legenda terbesar Belanda sampai saat ini, dan total football yang dipimpinnya tak akan pernah terlupakan.

5. Michel Platini (Prancis)

Tahukah Anda, Prancis gagal tampil di dua Piala Dunia berturut-turut, yaitu 1970 dan 1974? Ya, tim ayam jago ini memang selalu gagal lolos ke babak final Piala Dunia sejak 1966, hingga akhirnya seorang Michel Platini yang mengenakan nomor punggung 10 dan berperan sebagai playmaker di timnas Perancis membawa negaranya kembali lolos ke Piala Dunia pada tahun 1978.

Platini pula yang membawa Prancis meraih prestasi cukup membanggakan di dua Piala Dunia selanjutnya, yaitu Piala Dunia 1982 dan Piala Dunia 1986. Dengan kemampuannya membaca permainan, teknik tinggi, dan ketajamannya di depan gawang lawan, Platini membawa Perancis meraih posisi keempat Piala Dunia 1982 dan peringkat ketiga Piala Dunia 1986.

Sejak kehadiran Platini pula Prancis diperhitungkan sebagai salah satu tim berbahaya di daratan Eropa, apalagi setelah keberhasilannya membawa Perancis menjadi juara Eropa pada tahun 1984. Walaupun Platini tidak berhasil mengangkat gelar Piala Dunia sepanjang kariernya, namun Platini tetap dianggap sebagai salah satu pemain legendaris Piala Dunia.

6. Ferenc Puskas (Hungaria)
Ferenc Puskas adalah pemain terbaik yang pernah dimiliki Hungaria, sang penguasa sepak bola dunia pada awal 1950-an. Tim yang saat itu berjuluk “Magical Magyars” ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah ada di dunia, namun sayangnya tak pernah menjuarai Piala Dunia.

Satu-satunya Piala Dunia yang diikuti Puskas bersama Hungaria adalah Piala Dunia 1954 di Swiss. Pada saat itu, Hungaria adalah salah satu tim favorit juara. Kekuatan utama Hungaria pada saat itu adalah lini depannya yang menakutkan, terutama sang bintang Ferenc Puskas.
Walaupun tubuhnya pendek kekar dan kurang kuat di udara, catatan golnya bersama tim nasional benar-benar luar biasa, 83 gol dari 84 penampilan.

Pada Piala Dunia 1954 itu, Hungaria berhasil mencapai final dan menantang Jerman yang pada penyisihan dikalahkan 8-3. Hampir semua orang yakin Hungaria akan menang mudah pada partai final ini. Namun, pada kenyataannya mereka harus menerima kekalahan 3-2 walaupun telah unggul dua gol terlebih dahulu di awal pertandingan.

Puskas yang pada pertandingan itu belum 100 persen fit karena cedera berhasil mencetak satu gol. Walaupun harus menelan kegagalan besar itu, Hungaria harus bangga karena Puskas diakui sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

7. Ronaldo (Brasil)
 
Inilah striker terbaik yang dimiliki Brasil dalam dua dekade terakhir. Ronaldo Luis Nazario de Lima atau yang biasa disebut Ronaldo adalah pemegang rekor pencetak gol terbanyak di Piala Dunia hingga saat ini.

Pertama kali muncul di Piala Dunia 1994 sebagai seorang anak muda berumur 17 tahun, Ronaldo mencapai puncak kejayaannya di Piala Dunia pada tahun 2002 ketika Brasil sukses menjadi juara dunia untuk kali kelima. Ronaldo menjadi bintang turnamen, mencatatkan delapan gol untuk mendapatkan sepatu emas yang merupakan simbol pencetak gol terbanyak.

Ronaldo mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia ketika mencetak satu gol di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2006 Brasil melawan Ghana. Gol tersebut merupakan gol ke-15 Ronaldo di Piala Dunia, memecahkan rekor 14 gol Gerd Mueller yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade.

Selain itu, dirinya tercatat sebagai pemain ke 20 yang mampu mencetak gol di tiga kesempatan Piala Dunia, dan pemain kedua setelah Juergen Klinsmann yang mampu mencetak minimal tiga gol dalam masing-masing Piala Dunia di tiga kesempatan. Tak salah jika orang menjulukinya sebagai sang Fenomena.

8. Lothar Matthaeus (Jerman)

Lothar Matthaeus adalah pemegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia, yakni 25 pertandingan dalam lima Piala Dunia berturut-turut. Dia adalah satu-satunya pemain, selain kiper Mexico Antonio Carbajal, yang mampu bermain di lima Piala Dunia sepanjang kariernya.
Walaupun perannya tidak terlalu terasa di Piala Dunia 1982, Matthaus menjadi pemain penting bagi Jerman di Piala Dunia 1986. Beckenbauer yang saat itu menjadi pelatih mempercayakan satu posisi di lini tengah Jerman diisi oleh Matthaeus, yang saat itu bahu-membahu bersama Felix Magath di posisi tersebut.

Jerman berhasil dibawanya melaju ke final sebelum akhirnya dihancurkan Argentina 3-2. Mengecewakan memang, tetapi itulah awal kesuksesan besar Matthaeus. Menjadi kapten sejak tahun 1987, Matthaeus sukses membawa Jerman menjadi juara di Piala Dunia 1990.

Sukses Jerman ini tak lepas dari peran sentral Matthaeus di lini tengah, dan hasilnya Matthaeus diganjar berbagai penghargaan individual, seperti Pemain Terbaik Jerman 1990, Pemain Terbaik Eropa 1990, dan Pemain Terbaik Dunia 1990. Satu tahun kemudian, dia menjadi pemain pertama yang meraih FIFA World Player.

9. Eusebio (Portugal)

Jauh sebelum era Luis Figo apalagi Cristiano Ronaldo, Portugal memiliki seorang legenda bernama Eusebio. Kelebihan pemain yang berjuluk Black Panther ini adalah akselerasi dan dribelnya yang seperti kucing, ditambah lagi dengan kemampuannya dalam menembak bola ke gawang.

Terlahir di Mozambik, Eusebio dapat disebut sebagai pemain terhebat yang pernah dimiliki Portugal sampai saat ini berkat penampilan gemilangnya di Piala Dunia 1966. Eusebio membawa Portugal meraih posisi ketiga di akhir turnamen sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak turnamen tersebut, sehingga berhak membawa pulang sepatu emas. Berkat sembilan gol yang dicetaknya sepanjang Piala Dunia 1966 itu pula membuatnya mendapatkan gelar pemain terbaik di turnamen tersebut.

Momen terbaiknya tentu saja terjadi di pertandingan melawan Korea Utara di babak perempat-final. Tertinggal tiga gol terlebih dahulu, Portugal akhirnya bangkit lewat empat gol yang dicetak Eusebio hingga akhirnya mampu menang 5-3 di akhir pertandingan.

“Piala Dunia 1966 merupakan titik tertinggi dalam karier saya. Kami mungkin kalah di semi final, namun sepakbola Portugal adalah pemenang besar,” ujar sang legenda.

10. Bobby Charlton (Inggris)

Bobby Charlton adalah ksatria sejati Inggris. Mungkin jika Charlton tidak pernah ada, Inggris juga tidak akan pernah menjuarai satupun turnamen internasional. Ya, gelar Piala Dunia 1966 yang diraih Inggris memang tidak lepas dari peran penting Bobby Charlton di lini depan.

Dengan tinggi hanya 173 cm, Charlton sangat mengandalkan kecepatannya untuk memimpin penyerangan Inggris di Piala Dunia 1966. Tidak hanya mampu mendistribusikan bola dengan luar biasa, Bobby Charlton juga memiliki insting mencetak gol yang luar biasa. Rekor 49 gol dalam 105 penampilan bersama Inggris masih menjadi rekor gol terbanyak dalam sejarah Inggris, yang bahkan tidak mampu disamai oleh Gary Lineker sekalipun.
Charlton berpartisipasi di empat Piala Dunia. Walaupun tidak diturunkan sama sekali di Piala Dunia 1958, Bobby Charlton menjadi tumpuan timnas Inggris di tiga Piala Dunia selanjutnya. Puncaknya tentu saja ketika Charlton membawa Inggris menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1966. Saat itu Charlton berumur 28 tahun, umur emas bagi seorang pesepakbola.

Di final melawan Jerman, Charlton harus bertarung melawan Beckenbauer muda, yang akhirnya harus mengakui kehebatan Sir Bobby. “Inggris mampu mengalahkan kami di 1966 karena Charlton hanya sedikit lebih baik daripada saya pada saat itu,” puji Sang Kais